fh
Manusia Purba (Prehistoric People)
merupakan jenis manusia yang hidup berjuta tahun lalu yang belum
mengenal tulisan. Memiliki alat pendukung untuk berburu / mencari
makanan terbuat dari batu. Manusia purba diperkirakan hidup di bumi
sekitar 4 tahun lalu.
Terungkapnya manusia purba ini berawal dari penemuan FOSIL dan ARTEFAK :
1. FOSIL adalah tulang belulang manusia maupun hewan dan tumbuhan yang telah membatu.
2.ARTEFAK adalah peralatan dan perlengkapan kehidupan manusia sebagai hasil dari kebudayaannya.
Sehingga dari fosil dan artefak ini para peneliti atau ahli arkeolog
dapat mengetahui usia dan peradaban di alam kehidupanya pada masa
lampau.
Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia antara lain :
1. Meganthropus Paleojavanicus
Disebut juga sebagai
Manusia Raksasa Jawa, ditemukan oleh seorang peneliti dari belanda bernama
Von Koniegswald di
Sangiran, Lembah Bengawan Solo antara
Tahun 1936 - 1941.
Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen bawah, diperkirakan dia
memiliki badan tegap dan rahang besar dan kuat. Manusia jenis ini
diperkirakan hidup pada Zaman Batu Tua (Paleolithikum) sekitar 1 juta
sampai dengan 2 juta tahun lalu.
2. Pithecanthropus
Manusia purba jenis ini merupakan manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Manusia ini juga disebut
Manusia Kera yang Berjalan Tegak.
Memiliki umur yang bervariasi diperkirakan hidup antara 30.000 sampai
dengan 2 juta tahun lalu. Manusia purba jenis ini mempunyai ciri-ciri
badan tegap tapi tidak setegap meganthropus, muka menonjol ke depan dahi
miring kebelakang, bentuk kepala lonjong seperti berkonde dan hidungnya
besar.
Ada beberapa spesies manusia purba jenis ini yang ditemukan di Indonesia, antara lain :
a. Pithecanthropus Erectus
Fosil ini ditemukan oleh
Eugene Dubois pada
Tahun 1891 di
Trinil Jawa Tengah.
Berasal dari lapisan Pleistosen lapisan bawah dan tengah. Femur atau
tulang pahanya, bentuk dan ukurannya jelas seperti milik manusia
dan menunjukkan bahwa mahluk itu berjalan diatas kedua kakinya. Volume
otaknya mencapai 900cc sedangkan kera hanya 600cc.
b. Pithecanthropus Mojokertensis
Ditemukan oleh
Von Koeningswald pada
Tahun 1936 di
Mojokerto, Jawa Timur. Fosil yang ditemukan hanya berupa tulang tengkorak anak-anak.
c. Pithecanthropus Robotus
Ditemukan oleh
Weidenreich dan Von Koenigswald pada
Tahun 1939 di Trinil, Von Koenigswald menganggap fosil ini sejenis dengan Pithecanthropus Mojokertensis.
d. Pithecanthropus Soloensis
Ditemukan di dua tempat terpisah oleh Von Koeningswald dan Oppernoorth di Ngandong dan Sangiran.berupa tengkorak dan tulang kering. Tahun 1931-1933.
3. Homo
Manusia purba jenis merupakan jenis manusia purba yang berumur paling
muda, diperkirakan hidup pada jaman 15.000-40.000 SM. Volume otaknya
yang sudah menyerupai manusia modern dan bukan lagi manusia kera
(Pithecanthrupus).
Beberapa manusia purba jenis homo yang ditemukan di Indonesia, antara lain :
a. Homo Soloensis
ditemukan oleh
Von Koeningswald dan
Weidenrich antara
tahun 1931-1934 disekitar sungai
Bengawan Solo.
Fosil yang ditemukan hanya berupa tulang tengkorak. Ciri-ciri khusus
yang dimiliki oleh manusia purba jenis ini antara lain, volume otak
antara 1000 – 1300 cc; tinggi badan antara 130 – 210 cm; muka tidak
menonjol ke depan; serta berjalan tegap secara bipedal (dua kaki). Homo
soloensis diperkirakan pernah hidup antara 900.000 sampai 300.000 tahun
yang lalu.
b. Homo Wajakensis
yang ditemukan oleh
Van Rèestchoten pada
Tahun 1990 di Desa Wajak, Tulungagung yang kemudian di teliti oleh
Eugene Dubois.
Hidup antara 40.000 – 25.000 tahun yang lalu, pada lapisan
Pleistosen Atas. Tengkoraknya mempunyai banyak persamaan dengan orang
Aborigin penduduk asli Australia. Yaitu : memiliki muka lebar dan datar;
hidungnya lebar dan bagian mulutnya menonjol; tulang tengkorak sudah
membulat; serta memiliki tonjolan yang agak mencolok di dahi
c. Homo Floresiensis
dibanding jenis lainnya, homo ini memiliki keistimewaan karena tubuhnya yang kerdil. Ditemukan oleh seorang pastur bernama
Verhoeven pada
tahun 1958
di goa Liang Bua Manggarai, Flores, dan baru di umumkan sebagai temuan
yang menghebohkan pada tahun 2004. Diperkirakan hidup sekitar 30.000
–18.000 tahun yang lalu, telah mampu membuat peralatan dari batu,
pemburu handal dan memasak dengan api, tetapi ukuran tangannya masih
panjang. Manusia kerdil ini memiliki tinggi tubuh sekitar 1m, dan ukuran
tengkorak seperti anak kecil. Dari cerita rakyat setempat, masyarakat
Flores menyebut manusia kerdil ini dengan nama Ebu Gogo.